SAMARINDA-Komisi II DPRD Kaltim menggelar rapat dengar pendapat dengan mitra kerjanya yaitu Badan Pengelolaan dan Pendapatan Daerah Provinsi Kalimantan Timur bertempat di ruang rapat lantai 1 gedung E kompleks sekretariat DPRD Kaltim jalan Teuku Umar Samarinda, Senin(17/3/2025) dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II Sabaruddin Panrecalle.
Sabaruddin Panrecalle mengatakan jika RDP tadi merupakan langkah untuk menggali potensi Pendapatan asli daerah setelah ada instruksi dari pusat terkait efisiensi anggaran.
“Berdasarkan konteks yang diberikan, efisiensi anggaran yang mengacu pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 sedikit mempengaruhi pengelolaan anggaran di Kalimantan Timur. Sebanyak 13 anggaran telah dipangkas, dan fokus akan diarahkan pada sektor-sektor tertentu untuk mengoptimalkan pendapatan daerah,” ujar Sabaruddin Panrecalle.
Politisi senior partai Gerindra Kaltim ini juga menyoroti terkait pajak dan retribusi, dimana pihak Komisi II beserta Bapenda setelah hari raya Idul Fitri akan mengadakan road show ke 10 Kabupaten Kota di Kaltim guna berdialog dengan masyarakat maupun pemerintah daerah setempat tentang pajak.
“Terkait pajak dan retribusi, kami Komisi II dan Pemerintah Kalimantan Timur akan melakukan roadshow ke seluruh kabupaten/kota bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) untuk berdialog dengan masyarakat, terutama terkait kendaraan berplat luar Kalimantan Timur, karena hal ini dianggap sangat mempengaruhi pendapatan daerah,” imbuhnya.
Sabaruddin juga menegaskan selain itu, rapat-rapat atau forum group discussion (FGD) akan dikurangi, dan rapat seremonial akan dikurangi. Namun, tiga sektor yang tidak akan terganggu adalah kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur.
Perlu diketahui jika Komisi II sebagai leading sektor pendapatan akan memanggil kembali Bapenda untuk menggali lebih dalam terkait upaya peningkatan pendapatan daerah.