Oleh: Taufikuddin Ketua Umum PC PMII Kota Samarinda
Pendidikan merupakan fondasi lahirnya generasi hebat. Namun, kehebatan itu tidak mungkin terwujud tanpa terpenuhinya kebutuhan dasar siswa. Sarana dan prasarana yang layak bukan sekadar pelengkap, melainkan syarat utama agar proses belajar berlangsung nyaman, tenang, dan berkualitas.
Sayangnya, realitas di Kalimantan Timur masih jauh dari harapan. Di tingkat sekolah menengah, banyak siswa masih menghadapi keterbatasan fasilitas, minimnya sarana pendukung, hingga akses menuju sekolah yang sulit dijangkau. Ini bukan sekadar kekurangan,ini adalah ketimpangan yang nyata.
Fiku sapaan karibnya mengatakan di beberapa wilayah seperti Kutai Timur, jarak rumah ke sekolah yang jauh memaksa siswa menempuh perjalanan panjang dengan risiko tinggi, bahkan menggunakan kendaraan pribadi seadanya. Sementara di daerah lain, ketiadaan transportasi sekolah menjadi persoalan serius yang terus diabaikan.
Akses pendidikan yang seharusnya menjadi hak, justru menjadi beban bagi siswa. Contoh sekolah-sekolah di Kabupaten/Kota yang sarana dan prasarana nya masih terbatas dan tidak layak seperti, Pembangunan SMAN 4 di Kab. Kutai Kartanegara, SMAN 2 Sangatta Selatan di Kab.Kutai Timur, SMAN 16 dan 17 di Kab. Berau, SMAN 14 di Kota Samarinda, serta SMAN 10 dan SMKN 8 di Kota Balikpapan. Tambahnya.
Di tengah kondisi ini, perhatian Gubernur Kalimantan Timur dinilai belum menyentuh akar persoalan. Fokus pada program pendidikan lanjutan tidak boleh mengabaikan kebutuhan dasar siswa di tingkat sekolah. Tanpa akses yang layak, pendidikan hanya akan dinikmati oleh sebagian, bukan semua.
“Pak Gubernur, jangan biarkan generasi kami berjuang sendiri. Kemajuan daerah tidak lahir dari janji, tetapi dari keberpihakan nyata pada pendidikan. Sebab majunya suatu bangsa dapat dilihat dari kualitas generasi yang berkualitas” tegas Fiku.
Sudah saatnya pemerintah provinsi hadir secara konkret: menyediakan transportasi bus sekolah, memperbaiki sarana dan prasarana, serta memastikan tidak ada lagi siswa yang tertinggal hanya karena akses.
Karena pendidikan layak bukan pilihan,melainkan hak seluruh generasi Kalimantan Timur.
![]()









