SAMARINDA-Komisi II DPRD Kaltim telah mengundang dua perusahaan daerah (Perusda) milik pemerintah provinsi, yaitu PT Bara Kaltim Sejahtera (BKS) dan PT Migas Mandiri Pratama (MMP), untuk membahas rencana bisnis mereka untuk tahun 2025.
Dalam pertemuan tersebut, ada beberapa hal yang dibahas, termasuk upaya untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui Perusda. Komisi II mendorong kedua Perusda tersebut agar dapat memberikan kontribusi yang lebih besar kepada kas daerah, tidak hanya mengandalkan penyertaan modal setiap tahun.
Terkait PT MMP yang bergerak di sektor migas, Komisi II meminta agar perusahaan ini dapat mengoptimalkan sumber daya yang ada, seperti sumur minyak yang kurang produktif, melalui kerjasama dengan Pertamina.
Direktur Utama PT Migas Mandiri Pratama (MMP), Edi Kurniawan saat ditemui di ruamg kerjanya, Rabu(19/3/2025) mengatakan bahwa hasil rapat membahas permasalahan rencana bisnis untuk 5 tahun kedepan.
Diantaranya Sumur idle yang merupakan sumur sudah tidak aktif dalam jangka waktu yang lama, akan coba di reaktivasi. Namun ini juga butuh modal yang, dan hal ini sudah dijelaskan ke Komisi II DPRD Kaltim.
“Misal sumur idle, biodiesel, SPBU, terutama penambahan modal untuk pengembangan bisnis dengan target PAD,” ujar Edy Kurniawan.
Tak hanya itu, sektor hilirisasi migas didorong DPRD dan pemerintah agar dikembangkan Perusda MMP ke depan supaya tidak bergantung pada participating interest (PI) 10 persen yang diterima dari Blok Mahakam.
Pembagian porsi PI 10 persen didasarkan atas pelamparan reservoir atau cadangan minyak dan gas bumi pada masing-masing wilayah provinsi/kabupaten/kota yang akan diproduksikan. Turunnya dividen MMP karena adanya penurunan produksi dan adanya pengembangan dari pihak Pertamina.
“Masih (kelola PI) dan sudah setor ke daerah kisaran Rp78 Miliar tahun 2024, kami didorong agar pendapatan non PI yang harus ditingkatkan. Kinerja kami masih harus ditingkatkan. Sektor migas hilirisasi, seperti SPBU,” imbuhnya.
Sementara itu Direktur Utama PT MMP, Edy Kurniawan, menyatakan bahwa perusahaannya siap mengelola dan memanfaatkan lahan kosong milik Pemprov sebagai SPBU atau SPBE. Saat ini, MMP dan MBS sedang membahas tentang pemanfaatan lahan eks Puskib Balikpapan dan eks Lamin untuk dibangun SPBU atau industri lainnya yang dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Edy menegaskan bahwa MMP siap untuk melaksanakan rencana tersebut.
“Saat ini MMP dan MBS sedang rapat membahas tentang pemanfaatan lahan eks Puskib Balikpapan jika disetujui akan kami bangun SPBU, eks Lamin begitu juga namun jika berdekatan dengan SPBU lain nanti akan kami manfaatkan untuk industri lainnya yang jelas masih dalam upaya untuk meningkatkan PAD, yang jelas kami siap,”pungkasnya.