Momentum Kesaktian Pancasila, PSI Kokohkan Sayap Perempuan, Merlyn Getty Dilantik Sebagai Ketua DPW Dewi Pertiwi Kaltim
JAKARTA, Tanggal 1 Oktober 2026 yang diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum bersejarah bagi Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Tepat di hari itu, struktur sayap perempuan partai secara resmi dikokohkan. Seluruh Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Dewi Pertiwi se-Indonesia resmi dikukuhkan dan dilantik oleh Ketua Umum DPP Dewi Pertiwi, Fenty Noverita, atas restu Ketua Umum DPP PSI, Kaesang Pangarep.
Dewi Pertiwi sendiri merupakan transformasi dari organisasi perempuan PSI yang sebelumnya dikenal dengan nama Srikandi PSI. Perubahan nama ini menandai rebranding dan penguatan peran perempuan sebagai mitra strategis dan sayap resmi partai.
“Dengan resminya dilantik seluruh Ketua DPW Dewi Pertiwi se-Indonesia, maka semakin kokoh pondasi-pondasi PSI di seluruh pelosok negeri, tak terkecuali di Kalimantan Timur,” demikian pernyataan resmi DPP PSI.
Kalimantan Timur patut berbangga. Putri terbaiknya, Merlyn Getty, S.H., M.H., yang juga menjabat sebagai Bendahara DPW PSI Kaltim, turut dilantik sebagai Ketua DPW Dewi Pertiwi Provinsi Kalimantan Timur.
Saat dihubungi media ini, Merlyn Getty membenarkan pelantikan tersebut dan menegaskan kesiapannya menjalankan amanah besar itu.
“Baik puji Tuhan, Dewi Pertiwi sebagai mitra atau lebih pasnya sebagai sayap PSI telah diresmikan oleh Ketum kami Mas Kaesang dan dilantik oleh Ketua Umum DPP Dewi Pertiwi Ibu Fenty Noverita. Untuk di Kaltim sendiri saya sebagai Ketua DPW Dewi Pertiwi siap menghimpun perempuan-perempuan Kalimantan Timur untuk bergerak di berbagai bidang,” ujar Merlyn.
Merlyn menjelaskan, Dewi Pertiwi bukan sekadar organisasi sayap partai untuk kepentingan elektoral. Ia adalah wadah pemberdayaan perempuan yang akan bergerak di lima pilar utama, sosial, pendidikan, kesehatan, politik, dan pemberdayaan UMKM.
Yang menarik dari visi Merlyn Getty adalah pendekatannya yang inklusif dan membumi. Ia menegaskan tidak akan ada sekat dan kasta sosial dalam perekrutan anggota Dewi Pertiwi di Kaltim.
“Kami tentunya akan menjangkau perempuan dari berbagai latar sosial, ekonomi dan budaya sampai ke kampung dan kelurahan hingga tingkat RT,” tegasnya penuh semangat.
Menurutnya, Kaltim yang memiliki 10 Kabupaten/Kota memiliki potensi perempuan yang luar biasa. Tugas Dewi Pertiwi adalah merekrut, membina, dan meningkatkan kualitas hidup mereka.
“Di Kaltim sendiri saat ini telah berproses dan kami kembangkan untuk merekrut, membina para perempuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan,” imbuhnya.
Tidak hanya berhenti pada isu ekonomi dan pendidikan, Merlyn Getty menyiapkan program terobosan yang sangat menyentuh persoalan akar rumput di Kaltim.
DPW Dewi Pertiwi Kaltim ke depan akan hadir memfasilitasi persoalan legalitas pernikahan yang masih banyak dialami perempuan di daerah.
“Kedepan Dewi Pertiwi bukan hanya sekedar sayap partai yang fokus pada bidang-bidang yang telah saya sebutkan tadi namun kami di Kaltim ini akan membantu memfasilitasi para wanita yang dalam pernikahannya telah mempunyai anak namun belum memiliki legalitas pernikahan agar memiliki buku nikah yang sah sehingga anak-anak mereka mendapatkan akta kelahiran,” beber Merlyn Getty.
Program ini dinilai krusial, karena tanpa buku nikah yang sah, banyak anak di Kaltim kesulitan mendapatkan akta kelahiran dan akses administrasi kependudukan lainnya.
Di akhir wawancaranya, Merlyn yang juga Bendahara PSI Kaltim itu berharap Dewi Pertiwi dapat tumbuh menjadi organisasi perempuan terbesar dan paling dirasakan manfaatnya. Karena sebaik baiknya manusia adalah yang bermanfaat untuk sesama atau orang lain.
“Besar harapan saya sebagai Ketua DPW Dewi Pertiwi Kaltim agar mitra atau sayap partai PSI ini kedepannya menjadi sebuah organisasi wanita besar yang benar-benar hadir untuk perempuan Kaltim,” pungkasnya.
![]()







