GARUDASATU.CO

Banjir Besar Kutai Timur,Ini Kata Sutomo Jabir

GARUDASATU.CO,KARANG PACI-Bencana banjir melanda Kutai Timur, tepatnya di Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan sejak Minggu (20/03/2022).

Banjir juga merendam 5 desa, dengan ketinggian air bahkan ada yang mencapai dua meter, sehingga tidak sedikit warga terpaksa harus mengungsi.

Melihat bencana banjir tersebut anggota Komisi III DPRD Kaltim Daerah Pemilihan Kutai Timur,Bontang dan Berau Ir Sutomo Jabir ST.,MT turut prihatin atas musibah yang terjadi saat ini.

Politisi yang juga Ketua DPC Kabupaten Berau ini menyebutkan sebelumnya Sangatta juga pernah terjadi banjir di Tahun 2001 dan saat ini kembali terjadi dan terparah, hal ini menjadi perhatian karena beberapa wilayah di Kaltim juga terdampak banjir.

“Perhatian buat kita semua, ternyata kutim juga tidak lepas dari ancaman banjir, kalau sebelumnya ada di Balikpapan, Samarinda, bahkan Bontang yang paling parah,” ujarnya.

Menurutnya wilayah hulu sungai Sangatta juga merupakan daerah konsesi perusahaan, sehingga banjir sulit untuk diantisipasi hanya melalui sungai.

“Sungai-sungai saat ini tidak mampu, padahal tahun lalu sudah ada normalisasi pemerintah provinsi, dan juga posisi air pasang,”imbuhnya.

Kedepan Sutomo Jabir mengharapkan ada mitigasi atau upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan dan penyadaran masyarakat, hingga peraturan perundangan.

“Kita sudah ada perda mitigasi perubahan iklim, tapi belum bisa kita laksanakan karena peraturan Gubernur nya belum keluar, mudah-mudahan ini nanti cepat keluar, sehingga kita bisa identifikasi penyebab banjir dan juga penanggulangannya,”urainya.

Sementara itu menurut rilis data dari BPBD Kutim, banjir yang terjadi saat ini merupakan yang terparah selama 20 tahun terakhir.

Sekitar 1.200 warga terpaksa mengungsi, 2.477 rumah terendam, dan 3.937 kepala keluarga atau 16.896 jiwa terdampak banjir.(gsc/000)

Loading

BAGIKAN:

[printfriendly]
[printfriendly]

TINGGALKAN KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

Copyright© PT Garudasatu Media Indonesia