GARUDASATU.CO

Soal Kompor Listrik, Sani Bin Husain Sebut Tak Semua Daerah Mumpuni

GARUDASATU.CO, SAMARINDA – Legislator kota Samarinda, Sani Bin Husain, menilai penggunaan kompor listrik yang digalakkan pemerintah pusat kepada ibu-ibu rumah tangga bukan di saat yang tepat. Diketahui, sejumlah daerah di Indonesia menjadi tempat uji coba penggunaan kompor listrik 1.000 watt mengonversi penggunaan kompor dengan gas elpiji.

Menurut Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, tak semua daerah memiliki listrik yang stabil, termasuk Kota Samarinda. Bahkan menurutnya, ada sejumlah daerah hingga saat ini belum mendapatkan listrik yang memadai.

“Bayangkan saja kalau padam listrik, maka para ibu rumah tangga akan setengah mati itu (memasak, Red),” ucap Sani, belum lama ini.

Sani melanjutkan, boleh saja pemerintah pusat beralih menuju energi baru terbarukan (EBT). Hanya saja, ditegaskannya pasokan listrik ke daerah harus diamankan terlebih dahulu. Termasuk, harganya yang juga harus murah.

“Ini kan, gas ingin ditarik karena subsidi gas itu tinggi sampai Rp 5 triliun. Saya mengerti itu bertujuan untuk kestabilan APBN, tapi jangan untuk itu harus mengorbankan rakyat kecil,” katanya.

Harga kompor listrik dikatakkan Sani juga tidak semuanya terjangkau seperti kompor yang biasa dibakar menggunakan minyak atau gas.

“Jadi rakyat itu kasihan karena harus menyesuaikan. Semua upaya itu bagus, tapi harus menunggu waktu yang tepat. Kalau sekarang ini tidak tepat. Kita baru saja dihajar harga BBM yang naik, dan sekarang semua naik,” pungkasnya.

Sebagai informasi, pemerintah pusat melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan uji coba penggunaan kompor listrik tahap awal di Denpasar, Solo dan Sumatera. (Adv)

Loading

BAGIKAN:

[printfriendly]
[printfriendly]

TINGGALKAN KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

Copyright© PT Garudasatu Media Indonesia