GARUDASATU.CO

Karhutla Meluas di 5 Provinsi Kalimantan, DPRD Kaltim Sorot PPU, Kukar, Samarinda dan Ancaman Mati Air

Asap kembali mengepung Kalimantan. Kebakaran hutan dan lahan yang meluas di Kalbar, Kalteng, Kalsel, Kaltim, dan Kaltara memicu tagar #PrayForKalimantan. Anggota DPRD Kaltim Sayyid Muziburachman mengingatkan, Kaltim kini berstatus siaga. Sekali lengah, api kecil bisa jadi bencana besar.

SAMARINDA – Kabut asap dan titik api kembali menjadi momok di Pulau Kalimantan. Kebakaran hutan dan lahan/Karhutla yang semakin meluas di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara menjadi perhatian serius semua kalangan.

Tagar #PrayForKalimantan pun menggema di media sosial sebagai bentuk keprihatinan dan seruan agar pemerintah segera bertindak.

Di Kalimantan Timur, kewaspadaan ditingkatkan. Salah satu suara lantang datang dari Anggota DPRD Kaltim Sayyid Muziburachman dari Fraksi Golkar Dapil Samarinda.

Dihubungi via pesan WhatsApp, Sabtu (22/8/2026), Muzib — sapaan akrabnya — menegaskan bahwa Pemprov Kaltim sudah masuk dalam status siaga bencana karhutla.

“Kita Kaltim sekarang lagi siaga walaupun alhamdulillah nya belum separah di Kalteng, Kalbar dan Kalsel tapi fenomena Karhutla patut di waspadai akibat kemarau ini api kecil pun bisa mebesar akibat angin kencang dan vegetasi hutan mengering,” ujar Muzib.

Ia menjelaskan, kondisi cuaca kering dan angin kencang menjadi pemicu utama. Lahan gambut dan vegetasi yang mengering sangat mudah terbakar dan sulit dipadamkan jika sudah membesar.

Berdasarkan pantauan sementara, Muzib menyebut beberapa wilayah di Kaltim sudah mulai terindikasi titik panas.

“Kaltim ini yang terpantau karhutla di Penajam Paser Utara dan sebagian Kukar serta Samarinda tidak begitu parah,” katanya.

Meski belum separah 3 provinsi tetangga, ia meminta masyarakat dan pemerintah daerah tidak lengah. Pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan karhutla bisa meledak dalam hitungan hari jika tidak ditangani sejak dini.

Selain karhutla, Muzib juga menyorot ancaman lain yang mengintai Kaltim saat kemarau, krisis air bersih.

“Semoga kepala daerah terkait khususnya Gubernur, Walikota dan Bupati tetap saling berkordinasi dan saling suport karena belum lagi ancaman mati air di Samarinda akibat air laut yang mulai memasuki sungai Mahakam,” pungkasnya.

Loading

BAGIKAN:

TINGGALKAN KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER

REKOMENDASI