SAMARINDA-Komisi II DPRD Kaltim menggelar rapat dengar pendapat dengan mitra kerjanya, termasuk Perusda MMP, untuk membahas pemenuhan kebutuhan gas di Kota Bontang. Anggota Komisi II, Shemmy Permata Sari, berharap Perusda MMP dapat memiliki inovasi atau program yang memenuhi kebutuhan gas di daerah tersebut.
Shemmy juga menyoroti bahwa Kota Bontang, sebagai salah satu penghasil migas, belum sepenuhnya merasakan manfaat dari jaringan gas yang ada. Ia berharap Perusda MMP dapat melihat ini sebagai pasar dan pemenuhan kebutuhan masyarakat dengan memberikan kuota gas kepada kota Bontang.
“Rapat Dengar Pendapat (RDP) kedua dengan BKS & MMP tersebut memang lebih berkaitan dengan MMP karena ada kaitannya dengan Minyak dan Gas (Migas). Kota Bontang, yang tidak memiliki batu bara, berharap bahwa Perusda MMP dapat memiliki inovasi atau program yang memenuhi kebutuhan gas di daerah tersebut,” ujar Shemmy Permata Sari kepada garudasatu.co.
Shemmy juga mencontohkan Kota Bontang salah satu penghasil migas namun jaringan gas belum sepenuhnya masyarakat merasakan manfaat dari jargas itu sendiri karena belum bisa maksimal.
“Contohnya, di Bontang, jaringan gas belum terpenuhi semua ke rumah-rumah. Oleh karena itu, diharapkan MMP dapat melihat ini sebagai pasar dan pemenuhan kebutuhan masyarakat dengan memberikan kuota gas kepada kota Bontang untuk kebutuhan-kebutuhan di Bontang,” ucapnya.
Wakil rakyat dari fraksi Golkar yang juga istri Ketua DPRD Kota Bontang ini sangat berharap MMP juga dapat berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan energi di kota Bontang.
Sementara itu saat ini, PT Pertagas Niaga telah menyuplai LNG perdana bagi industri di Kota Bontang, tepatnya ke PT Energi Unggul Persada (EUP) yang bergerak dalam bidang pengolahan minyak kelapa sawit.
“Namun, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan energi di kota Bontang dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat,” pungkasnya.