GARUDASATU.CO

Terkait Miringnya Turap SKM Pihak Kontraktor Bertanggung Jawab Sepenuhnya, Berikut Penjelasannya

GARUDASATU.CO,SAMARINDA-Pemerintah Kota Samarinda terus mempercantik wajahnya baik tatanan ruang hijau terbuka hingga mempercantik sepanjang tepi sungai Karang Mumus dengan normalisasi sungai yang notabene adalah bagaian dari pengendalian banjir.

Dalam hal khusus pekerjaan penurapan, telah berjalan di beberapa titik.Namun dalam pengerjaan turap diakui oleh pihak kontraktor ada sebagian turap tersebut miring.

Saat dikonfirmasi awak media pihak kontraktor yakni PT Moanindo Prima jika turap yang miring itu berlokasi di segmen Jalan Dr Soetomo, eks Jembatan Gang Nibung, ke arah Jembatan Ruhui Rahayu. Persisnya, turap di belakang Masjid Al Khair.

Menanggapi terkait terjadinya kemiringan turap tersebut pihak kontraktor sudah melakukan perbaikan secara langsung saat terjadi kemiringan pada posisi titik titik yang miring secara bertahap dengan penangan perbaikan tanah agar tidak ada pergerakan kembali.

“Penyebab miringnya turap karena turap tersebut bergeser 7,8 sentimeter setiap hari. Padahal, pekerjaan ini sudah sesuai perencanaan. Progres pembangunannya juga sudah 100 persen pada Januari 2023. Namun ternyata ditemui kendala yakni pergerakan tanah menimbulkan lengkungan di satu sisi turap sungai. Sehingga hasil pekerjaan tersebut tidak sesuai harapan, kami sebenarnya tidak ingin ini terjadi,” ujar salah satu Managemen Kontraktor.

Perlu diketahui jika beberapa faktor yang menyebabkan turap di bibir sungai itu miring. Pertama adalah kondisi tanah, struktur tanah  disebut lunak. Posisi tanah keras juga jauh di kedalaman. Kedua, cuaca yang kurang bersahabat memperparah kondisi tersebut.

Masih lanjut pihak kontraktor, hujan yang terus-menerus menyebabkan tanah bergerak sehingga struktur turap pun melenceng dari desain perencanaan.

Selain cuaca, penyebab kemiringan turap yang ketiga yaitu lalu lintas alat berat. Arman mengatakan, wilayah kerja proyek turap Sungai Karang Mumus sempit. Sementara itu, pergerakan alat berat untuk pembangunan turap memerlukan lahan minimal 20 meter persegi.

Selain itu ada dua crane dan satu unit beratnya 50 ton.Beban besar di atas tanah dekat turap disebut menambah pergerakan tanah. Pada saat proyek berjalan, alat-alat berat tersebut berdiam dekat turap sungai. Dan faktor waktu menjadi penyebab keempat.

Terkait miringnya turap di Sungai Karang Mumus segmen gang Nibung menuju Ruhui Rahayu PT Moanindo Prima selaku kontraktor pelaksana, mengaku menemui kendala selama pekerjaan. Kondisi tanah di luar dugaan. Padahal, pekerjaan sudah sesuai prosedur dan wilayah tersebut telah dipasangi tiang pancang yang panjangnya kurang lebih 14 meter.

“Turap yang dalam kondisi miring tersebut seperti yang sudah kami sampaikan, jika kami pihak kontraktor pelaksana seratus persen bertanggung jawab penuh dan kami akan perbaiki tepat pada turap yang miring tersebut. Kami pastikan, kembali pulih tentunya semoga cuaca terus bersahabat sehingga cepat selesai,” tegasnya.

“Masa pemeliharaan selama beberapa bulan ke depan, pastinya akan kami maksimalkan guna perbaikan turap yang miring dan kami pastikan pula tidak akan terjadi kemiringan turap disepanjang Sungai Karang Mumus karena dalam pengerjaannya kami telah sesuai dengan perencanaan dan spek yang telah berstandar, tak lupa kami mohon do’a dan dukungan seluruh masyarakat Samarinda agar pengerjaan kami cepat selesai,”pungkasnya.(ms).

Loading

BAGIKAN:

[printfriendly]
[printfriendly]

TINGGALKAN KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

Copyright© PT Garudasatu Media Indonesia