GARUDASATU.CO

149 Pedagang Pasar Pagi Samarinda Belum Terima Kunci Kios, Ancam Berkemah di Kantor Disdag : Apakah Ada Mafia Lapak Yang Berlindung Dibalik Walikota

SAMARINDA -Pembagian lapak di bangunan baru Pasar Pagi Samarinda yang belum juga terus bergulir. Hingga saat ini, sebanyak 149 dari 379 pedagang pemegang Surat Keterangan Tempat Usaha Berdagang (SKTUB) resmi, belum menerima kunci kios dan mengancam akan berkemah di halaman kantor Disdag bila haknya tidak diberikan.

Ketua Koordinator Ade Maria Ulfah melalui Wakil Ketua Koordinator Pemilik SKTUB Resmi di Pasar Pagi, Yusman mengatakan bahwa, masih banyak rekan-rekan pemilik SKTUB resmi yang belum mendapatkan lapaknya kembali sebagaimana ketentuan satu nama satu lapak.

“Masih banyak yang belum mendapatkan kunci, berdasarkan arahan Wali Kota satu NIK satu lapak, termasuk diluar dari pejuang 379 pemilik SKTUB ini, ada juga pemilik SKTUB lain yang belum mendapatkan lapak,” ujarnya.

Yusman merincikan bahwa dari total 379 pemilik SKTUB, proses pembagian kunci dilakukan secara bertahap, pada Sabtu 21 Februari sebanyak 222 Pemilik SKTUB telah menerima kunci, yang belum dapat kunci kios 157. Kemudian data terbaru hingga Selasa 10 Maret 2026 menunjukkan, jumlah yang sudah dapat kios naik jadi 230, dan yang tersisa belum dapat kunci kios 149 pedagang.

Para pemilik SKTUB ini merasa ada ketidakadilan dan ketidaktransparan dalam proses pembagian lapak. Mereka melihat banyak pedagang baru yang hanya bermodalkan KTP dan Kartu Keluarga bisa langsung berjualan gratis.

Sementara itu, para pemilik SKTUB resmi yang dulunya membeli lapak dengan nominal yang tidak sedikit justru dipersulit untuk mendapatkan lapak ya kembali.

Ada permainan apa di tubuh Dinas Perdagangan Kota Samarinda, ada indikasi kuat mafia lapak yang berlindung di balik Walikota Samarinda.

Loading

BAGIKAN:

TINGGALKAN KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT