GARUDASATU.CO

Galakkan Jum’at Berseri, Plt Kepsek SMKN 15 Samarinda Rini Nur Hidayati Bangun Karakter Siswa Lewat Gotong Royong

SAMARINDA – Pelaksana Tugas Kepala SMK Negeri 15 Samarinda, Rini Nur Hidayati, menginisiasi program “Jumat Berseri” sebagai gerakan rutin untuk menumbuhkan budaya bersih, sehat, dan religius di lingkungan sekolah. Program ini menjadi strategi membangun karakter siswa sekaligus mempererat kekompakan seluruh warga sekolah.

“Jumat Berseri” kepanjangan dari Bersih, Sehat, dan Religi. Aksi utamanya adalah gotong royong membersihkan lingkungan sekolah yang digelar setiap Jumat minggu pertama setiap bulan. Seluruh guru, staf, siswa, hingga penjaga keamanan turun langsung memungut sampah, menyapu, dan merapikan fasilitas.

“Kami ingin sekolah ini tidak hanya jadi tempat transfer ilmu, tapi juga tempat menanam nilai. Bersih itu pangkal sehat, sehat itu syarat untuk ibadah. Makanya ada unsur religi di dalamnya,” jelas Rini Nur Hidayati saat dihubungi awak media melalui pesan WhatsApp nya, Selasa (9/6/2026).

Tujuan Ganda: Lingkungan dan Kekompakan

Bagi Rini, tujuan Jumat Berseri tidak berhenti pada kebersihan fisik. Gerakan ini sengaja dirancang untuk memecah sekat antara guru, siswa, staf administrasi, dan petugas keamanan. Saat semua turun ke lapangan bersama, hierarki di ruang kelas sementara “dilepas”.

“Selain menjaga kebersihan, tujuan utama kami menjaga kekompakan antara guru dan siswa, juga menjaga keharmonisan antara guru, staf, dan penjaga keamanan. Kalau sudah kompak, suasana belajar jadi lebih nyaman,” ujarnya.

Rini menilai, kebiasaan gotong royong yang mulai pudar di masyarakat perlu dihidupkan kembali di sekolah. SMKN 15 ingin menjadi contoh bahwa pendidikan vokasi tidak hanya melahirkan tenaga terampil, tapi juga pribadi yang peduli lingkungan dan sosial.

Rutinitas yang Dinanti

Pelaksanaan setiap Jumat minggu pertama membuat program ini mudah diingat dan menjadi agenda wajib. Siswa mengaku lebih disiplin membuang sampah karena sadar seluruh warga sekolah ikut membersihkan.

“Kami jadi malu kalau buang sampah sembarangan. Bu Kepsek, Pak Guru, bahkan Pak Satpam ikut nyapu. Jadi semua sama di sini,” kata salah satu siswa.

Ke depan, Rini berencana menambah unsur religi dengan kultum singkat atau doa bersama setelah bersih-bersih. Harapannya, “Berseri” benar-benar menjadi nafas baru SMKN 15 Samarinda.

“Kalau lingkungan bersih, pikiran juga bersih. Kalau kompak, kerja tim di bengkel atau praktik juga jadi lebih solid. Itu bekal penting bagi anak SMK,” pungkasnya.

Loading

Print this entry

BAGIKAN:

TINGGALKAN KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT