GARUDASATU.CO

Jeruji Besi Jadi Kelas Vokasi, Puluhan Warga Binaan Lapas Samarinda Dibekali Sertifikasi Teknisi AC dan Tata Boga

SAMARINDA– Puluhan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Samarinda mengikuti pelatihan keterampilan sebagai Teknisi Air Conditioner/AC dan Tata Boga bersertifikasi. Program yang digelar Senin (13/7/2026) ini merupakan hasil kerja sama Lapas dengan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas/BBPV Kaltim Kementerian Ketenagakerjaan.

Langkah ini diambil untuk memastikan materi pelatihan benar-benar sesuai standar industri dan dibimbing langsung oleh instruktur yang memiliki kompetensi.

Kepala Lapas Kelas IIA Samarinda, Yohanis Varianto, menegaskan lembaga pemasyarakatan saat ini bukan lagi sekadar tempat menjalani hukuman.

“Kami ingin memastikan ketika keluar dari Lapas nanti mereka tidak hanya sekedar membawa surat bebas tapi juga membawa keahlian yang nyata dan telah bersertifikasi kompetensi yang diakui,” ujar Yohanis.

Menurutnya, pemilihan pelatihan teknisi AC dan tata boga bukan tanpa alasan. Kedua bidang ini dinilai memiliki peluang usaha yang sangat tinggi dan relevan dengan kebutuhan pasar di masyarakat.

“Pelatihan teknisi AC dan tata boga ini bekerja sama dengan BBPV Kemenaker ini karena peluang usahanya sangat tinggi dan juga peluang usaha bisnis di masyarakat,” katanya.

Yohanis menambahkan, program ini bertujuan agar warga binaan memiliki bekal kemandirian setelah bebas. Dengan sertifikat kompetensi, mereka diharapkan lebih mudah terserap di dunia kerja maupun membuka usaha sendiri.

Kerja sama dengan BBPV Kaltim memastikan seluruh materi pelatihan mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia/SKKNI. Peserta yang lulus nantinya akan mendapatkan sertifikat kompetensi yang diakui secara nasional.

Instruktur yang diturunkan juga merupakan tenaga pengajar bersertifikat dari BBPV, sehingga kualitas pelatihan di dalam Lapas setara dengan pelatihan vokasi di luar.

Program ini menjadi bagian dari upaya Pemasyarakatan dalam mengurangi angka residivisme. Dengan memiliki keterampilan dan legalitas berupa sertifikat, warga binaan diharapkan tidak kembali melakukan tindak pidana karena telah memiliki sumber penghasilan yang layak.

Pelatihan ini rencananya akan dilanjutkan dengan uji kompetensi dan magang. Lapas Samarinda juga menggandeng Dunia Usaha dan Dunia Industri/DU-DI untuk menyerap lulusan pelatihan ini.

Loading

Print this entry

BAGIKAN:

TINGGALKAN KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER

REKOMENDASI