SAMARINDA– Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Samarinda, Yohanis Varianto, melakukan langkah tegas di bidang pengamanan. Seluruh gembok pada pintu blok hunian, kamar, gudang, dan area steril di Lapas dilakukan rolling atau penggantian secara massal.
Aksi yang dilakukan pada Senin (30/6/2026) itu menjadi bagian dari komitmen Lapas Samarinda dalam mewujudkan pemasyarakatan yang bersih dari Halinar, Handphone, Pungli, dan Narkoba.
Putus Mata Rantai Kunci Duplikat dan Akses Ilegal
Yohanis Varianto menjelaskan, rolling gembok merupakan prosedur pengamanan rutin, namun kali ini dilakukan secara menyeluruh dan serentak.
“Rolling gembok ini kita lakukan untuk memutus potensi adanya duplikasi kunci, kunci lama yang sudah tidak terdata, atau akses ilegal dari pihak yang tidak bertanggung jawab,” ujar Yohanis melalui telepon selulernya, Rabu(2/7/2026).
Menurutnya, gembok adalah lini pertahanan pertama di dalam Lapas. Jika integritas gembok diragukan, maka seluruh sistem pengamanan lainnya akan melemah. Dengan mengganti seluruh gembok baru berseri dan terdata, maka hanya petugas yang berwenang saja yang memegang akses.
Bagian dari Komitmen Zero Halinar
Langkah ini sejalan dengan 3 Kunci Pemasyarakatan Maju dan arahan Dirjenpas untuk memberantas peredaran barang terlarang di dalam Lapas.
“Ini pesan jelas. Tidak ada ruang bagi handphone, narkoba, atau praktik pungli di Lapas Samarinda. Kami mulai dari hal paling mendasar, mengunci rapat seluruh celah,” tegasnya.
Proses rotasi dilakukan oleh jajaran KPLP bersama Regu Pengamanan dengan pengawasan melekat dari Pejabat Struktural. Setiap gembok baru dicatat nomor serinya dan hanya dibagikan sesuai SOP kepada petugas piket yang ditunjuk.
Keterlibatan Petugas dan Pembinaan Warga Binaan
Yohanis juga mengajak seluruh petugas untuk menjaga integritas pasca rotasi. Ia mengingatkan, pengamanan tidak akan kuat jika dari internal sendiri yang melanggar.
Kepada warga binaan, ia menyampaikan bahwa pengamanan diperketat bukan untuk menekan, melainkan untuk menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif bagi program pembinaan.
“Kalau dalam Lapas aman, maka pembinaan berjalan. Warga binaan bisa fokus berubah menjadi pribadi yang lebih baik saat kembali ke masyarakat,” pungkasnya.
Rolling gembok ini menjadi langkah awal dari serangkaian penguatan pengamanan yang akan terus dilakukan Lapas Kelas IIA Samarinda di bawah kepemimpinan Yohanis Varianto.
![]()










