SAMARINDA– KM Prince Soya kembali terbakar. Kapal penumpang antarpulau itu dilalap api saat bersandar di Pelabuhan Samarinda, Sabtu, 1 Agustus 2026 pukul 11.02 Wita, sesaat sebelum melayani pelayaran tujuan Parepare, Sulawesi Selatan.
Beruntung saat kejadian penumpang belum naik ke kapal. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini.
Namun ini bukan kali pertama. Penelusuran garudasatu.co mencatat, kapal yang sama juga pernah mengalami kebakaran 4 tahun lalu, 13 Juli 2022, di Pelabuhan Nusantara Parepare.
Terulangnya insiden pada kapal yang sama memunculkan pertanyaan besar: bagaimana kondisi laik laut dan tindak lanjut rekomendasi keselamatan setelah kebakaran pertama?
Kronologi Kebakaran di Samarinda
Kepala Seksi Keselamatan Berlayar KSOP Kelas I Samarinda, Yuliansyah, mengatakan api pertama kali diketahui dari kepulan asap oleh petugas jaga pelabuhan.
“Petugas langsung berkoordinasi dengan Pelindo, kepolisian, dan Dinas Pemadam Kebakaran. Prioritas kami mengendalikan api agar tidak merambat ke bagian lain kapal maupun fasilitas pelabuhan,” ujar Yuliansyah.
Upaya pemadaman berlangsung cepat. Api berhasil dipadamkan dan tidak menjalar ke kapal lain maupun dermaga.
Akibat kejadian ini, pelayaran KM Prince Soya tujuan Parepare dibatalkan. KSOP menyebut operator saat ini sedang menyiapkan kapal pengganti bagi calon penumpang yang sudah membeli tiket.
Dugaan Awal dari Ruang Oli
Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. KSOP dan Kepolisian masih melakukan olah TKP dan pemeriksaan teknis.
Namun dugaan awal mengarah ke area tangki atau ruang penyimpanan oli di dalam kapal.
“Penyebab pasti baru bisa dipastikan setelah proses olah TKP dan pemeriksaan selesai. Saat ini kami fokus pada pengamanan kapal dan kelengkapan dokumen” jelas Yuliansyah.
Catatan Hitam: Pernah Terbakar di Parepare 2022
Berdasarkan data, KM Prince Soya tercatat pernah terbakar pada 13 Juli 2022* saat bersandar di Pelabuhan Nusantara Parepare.
Saat itu kondisinya lebih berisiko. Proses naik penumpang sudah berlangsung dan sekitar 200 calon penumpang berada di atas kapal.
Dugaan awal sumber api berasal dari area dapur atau ruang koki. Pasca kejadian, KSOP Parepare melarang kapal berlayar hingga pemeriksaan keselamatan selesai. Pelayaran ke Samarinda pun dibatalkan.
Dengan insiden terbaru di Samarinda, berarti dalam kurun 4 tahun kapal ini dua kali mengalami kebakaran.
Desakan Evaluasi Laik Laut dan Rekomendasi 2022
Terulangnya kebakaran membuat hasil penyelidikan kali ini menjadi krusial. Sejumlah poin yang mendesak untuk diklarifikasi:
1. Tindak lanjut rekomendasi 2022: Apakah seluruh rekomendasi hasil investigasi kebakaran Parepare telah dilaksanakan operator?
2. Jadwal docking dan sertifikasi: Kapan terakhir kapal menjalani docking, pemeriksaan berkala, dan penerbitan Surat Persetujuan Berlayar/SPB sebelum insiden Samarinda?
3. Sistem keselamatan: Bagaimana kondisi sistem proteksi kebakaran, hydrant, APAR, dan detektor asap di atas kapal?
KSOP menyatakan akan berkoordinasi dengan Kantor Pusat KSOP, BPTD, dan pihak klasifikasi untuk audit menyeluruh terhadap KM Prince Soya sebelum diizinkan beroperasi kembali.
Belum Ada Keterangan Operator
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pihak operator maupun pemilik KM Prince Soya terkait penyebab kebakaran, tingkat kerusakan, dan langkah perbaikan.
Pihak KSOP memastikan keselamatan pelayaran menjadi prioritas utama. “Kapal tidak akan diterbitkan SPB sebelum dinyatakan laik laut dan memenuhi seluruh aspek keselamatan,” tegas Yuliansyah.
Kebakaran ini menjadi pengingat bahwa aspek perawatan dan pengawasan kapal penumpang antarpulau harus terus diperketat, terutama menjelang meningkatnya mobilitas menjelang IKN.
![]()












