GARUDASATU.CO

Berantas Halinar, Petugas Lapas Samarinda Dapat Penguatan: Overkapasitas 800 WBP Jadi Alasan Relokasi Mendesak

SAMARINDA – Kondisi Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Samarinda saat ini dinyatakan sudah tidak layak akibat overkapasitas ekstrem dan bangunan yang termakan usia. Dari daya tampung ideal 217 warga binaan pemasyarakatan (WBP), lapas yang berdiri di tengah Kota Samarinda itu kini dihuni kurang lebih 800 WBP.

Kepala Lapas Kelas IIA Samarinda Yohanis Varianto menegaskan, kondisi tersebut otomatis tidak memenuhi syarat pembinaan.

“Bangunan sudah tua, tempat sempit, berada di tengah kota. Dengan kondisi 800 WBP dari kapasitas 217, tentu sangat sulit melaksanakan program pembinaan dengan baik,” ujarnya, Selasa (6/5/2026).

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Lapas Kelas IIA Samarinda mendukung penuh program Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta bersinergi dengan Pemerintah Kota Samarinda. Pemkot Samarinda akan menghibahkan lahan seluas 9 hektare yang dirancang mampu menampung 2.000 WBP.

“Dengan lahan 9 hektare ini, lapas nantinya bisa menampung 2.000 orang. Memang dirancang untuk kapasitas 2.000 sehingga mudah-mudahan Lapas akan naik kelas. Dengan begitu, program pembinaan warga binaan kita nanti dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” jelasnya.

Relokasi ini dinilai mendesak untuk memastikan pemenuhan hak WBP sekaligus mengoptimalkan fungsi pemasyarakatan. Lokasi baru diharapkan lebih representatif dan mendukung berbagai program pembinaan kepribadian dan kemandirian.

Di sisi lain, jajaran Lapas Kelas IIA Samarinda hari ini menggelar kegiatan penguatan terhadap petugas penjaga. Fokus utamanya adalah memberantas Halinar, yakni handphone, pungutan liar, dan narkoba di dalam lapas.

“Kami berikan penguatan supaya kita mencegah terjadinya barang masuk ataupun adanya oknum-oknum yang menyimpang dari aturan. Siapapun itu akan kita tindak tegas,” tegasnya.

Langkah ini menjadi komitmen Lapas Kelas IIA Samarinda dalam mendukung program bersih-bersih yang dicanangkan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, sembari menunggu realisasi relokasi ke lokasi baru yang lebih layak.

Loading

BAGIKAN:

TINGGALKAN KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER

REKOMENDASI