“Jangan hanya bisa merekam dan menonton”. Imbauan tegas itu disampaikan Camat Sungai Kunjang Dwi Siti Noorbayah kepada warga. Ia meminta masyarakat menjadi garda terdepan dalam mencegah dan menanggulangi Karhutla sebelum tim Damkar datang.
SAMARINDA– Menjelang puncak musim kemarau, Kecamatan Sungai Kunjang bergerak cepat mengantisipasi potensi Kebakaran Hutan dan Lahan/Karhutla.
Camat Sungai Kunjang Dwi Siti Noorbayah, S.Sos.,M.Si turun langsung ke lapangan memimpin sosialisasi pencegahan Karhutla di seluruh wilayahnya.
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kewaspadaan agar kejadian kebakaran yang menimpa kecamatan lain tidak “menular” ke Sungai Kunjang.
Dwi Siti Noorbayah menegaskan perannya sebagai ujung tombak penyampaian kebijakan Pemerintah Kota Samarinda di tingkat kecamatan.
“Sebagai juru bicaranya Pemerintah Kota Samarinda, saya selaku Camat terus melakukan sosialisasi kepada seluruh RT dan terutama masyarakat agar dapat mengawasi, meminimalisir terjadinya Karhutla agar kejadian-kejadian di Kecamatan lain tidak menular ke Sungai Kunjang,” ujar Dwi, Rabu (17/9/2026).
Sosialisasi dilakukan secara intensif pagi hingga sore. Dalam waktu kurang lebih empat hari, ia bersama jajaran keliling ke 7 kelurahan yang ada di wilayah Kecamatan Sungai Kunjang.
“Saya bersyukur semua Kelurahan telah menjaga lingkungannya. Jika nanti ada kebakaran dapat cepat teratasi,” imbuhnya.
Selain pencegahan, Camat juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam penanganan awal jika terjadi kebakaran.
Dwi Siti Noorbayah mengimbau warga agar tidak sepenuhnya bergantung pada tim pemadam kebakaran.
“Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat agar jangan terlalu berharap kepada Damkar jika ada kebakaran. Paling tidak ditanggulangi terlebih dahulu di masyarakat sementara sambil menunggu tim Damkar maupun relawan Damkar,” ungkapnya.
Ia memahami keterbatasan dan kelelahan petugas di lapangan.
“Kasian mereka sudah lelah, capek bertugas memadamkan api. Jadi kami himbau agar masyarakat berperan aktif di lingkungan masing-masing mencegah kebakaran,” tegasnya.
Camat juga mengkritik perilaku warga yang hanya menjadi penonton saat terjadi kebakaran.
“Penanganan awal harus kita kerahkan kerjasama warga. Jangan jika ada kebakaran hanya bisa rekam, memvideo, menonton tapi tidak ikut terlibat bahu membahu memadamkan api,” pungkasnya.
Langkah gerak cepat ini merupakan bagian dari strategi Pemkot Samarinda untuk menekan angka Karhutla. Dengan menguatkan pengawasan berbasis RT dan pemberdayaan masyarakat, diharapkan titik api dapat dipadamkan sejak dini sebelum meluas.
Kecamatan Sungai Kunjang berkomitmen untuk terus melakukan edukasi, patroli, dan koordinasi dengan relawan serta BPBD agar wilayahnya tetap aman dari ancaman Karhutla.
![]()







