GARUDASATU.CO

Jaga Identitas Islam Sejak 1967, RSIA Aisyiyah Samarinda Bidik Status Rumah Sakit Rujukan

SAMARINDA – dr. Virdy Kurniawan resmi dilantik sebagai Direktur RSIA Aisyiyah Samarinda periode 2026-2030. Di pundaknya kini terpikul tugas besar: mentransformasi rumah sakit yang selama 59 tahun dikenal sebagai pusat layanan ibu dan anak, menjadi rumah sakit umum dengan cakupan layanan yang lebih luas.

Pelantikan dan serah terima jabatan berlangsung Minggu (16/8/2026). Virdy menggantikan Achila Satjiwati Dachlan yang telah memimpin selama dua periode.

Virdy menegaskan, perubahan kelembagaan menjadi agenda utama dalam masa kepemimpinannya. Mulai tahun depan, RSIA Aisyiyah tidak akan lagi terbatas pada layanan obstetri-ginekologi dan pediatri.

“Tidak ada lagi namanya rumah sakit ibu dan anak, tetapi semuanya menjadi rumah sakit umum di tahun depan. Ini menjadi PR bagi saya mengubah image rumah sakit Aisyiyah menjadi rumah sakit umum,” kata Virdy.

Sebagai langkah awal, rumah sakit akan membuka layanan penyakit dalam dan bedah sebagai layanan unggulan baru. Penambahan ini diharapkan menjawab kebutuhan masyarakat Samarinda dan sekitarnya akan akses layanan kesehatan yang lebih komprehensif.

Ia mengakui, proses transformasi tidak mudah. RSIA Aisyiyah berdiri di kawasan yang cukup padat dengan keterbatasan ruang fisik.

“Kita optimalkan agar pelayanan tetap berjalan dan masyarakat terlayani dengan baik. Nanti tidak hanya sekadar melayani ibu dan anak, tetapi ada penyakit dalam dan bedah yang menjadi layanan tambahan,” ujarnya.

Strategi yang akan ditempuh adalah penataan ulang ruang, peningkatan efisiensi, serta penguatan SDM agar penambahan layanan tidak mengganggu mutu pelayanan yang sudah berjalan.

Meski bertransformasi, Virdy memastikan karakter RSIA Aisyiyah sebagai rumah sakit Islam tidak akan luntur. Rumah sakit yang berdiri sejak 1967 ini merupakan salah satu rumah sakit Islam tertua di Kalimantan Timur yang masih eksis hingga kini.

“Kita perlu mempertahankan ini selama-lamanya karena punya banyak penggemar sendiri. Nama baiknya harus tetap ada dan warga mempunyai tempat yang layak untuk berobat,” tegasnya.

Dalam sambutannya, Direktur periode 2022-2026 Achila Satjiwati Dachlan menitipkan keberlanjutan rumah sakit kepada Virdy. Ia berharap direktur baru mampu beradaptasi dengan dinamika regulasi kesehatan nasional sekaligus menjaga kekompakan internal.

Selama masa kepemimpinannya, Achila menyebut RSIA Aisyiyah telah mencapai sejumlah milestone, di antaranya mampu melayani pasien BPJS dan meraih akreditasi paripurna.

“Semoga akreditasi itu bisa selalu dipertahankan, baik dalam pelayanan maupun administrasi rumah sakit,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PW Muhammadiyah Kalimantan Timur KH Muhammad Jafron berharap kepemimpinan baru membawa lompatan besar. Dengan semangat muda Virdy, RSIA Aisyiyah diharapkan naik kelas menjadi rumah sakit rujukan.

“Harapannya menjadi rumah sakit rujukan tidak hanya untuk muslim, tetapi juga nonmuslim. Kemudian pelayan rumah sakit harus prima, bahwa pasien harus dilayani dengan sebaik-baiknya secara santun agar pelayanan tetap baik ke depannya,” pungkasnya.

Transformasi RSIA Aisyiyah menjadi rumah sakit umum diharapkan dapat memperluas akses layanan kesehatan berkualitas bagi seluruh masyarakat, tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam dan pengabdian sosial yang telah menjadi ruh rumah sakit selama ini.

Loading

BAGIKAN:

TINGGALKAN KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER

REKOMENDASI