SAMARINDA–Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Timur, Drs KH M Jafron, M.Si memaparkan perkembangan gerakan Muhammadiyah di Benua Etam yang kini tidak hanya fokus pada dakwah, tetapi juga pada sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi kerakyatan.
Menurutnya, perkembangan ini menjadi indikator nyata kepercayaan masyarakat terhadap Muhammadiyah yang terus meningkat.
“Salah satu yang perlu kita ketahui tentang Muhammadiyah khususnya di Kaltim itu bisa dilihat dari perkembangan pendidikannya. Di beberapa daerah mulai muncul sekolah-sekolah baru. Ada SD, SMP baru dan peminatnya atau animo masyarakat sangat luar biasa,” ujar KH Jafron, Sabtu(15/8/2026).
Ia menegaskan, tingginya animo masyarakat tersebut merupakan bentuk kepercayaan publik yang harus dijaga dan diandalkan sebagai modal dakwah amar ma’ruf nahi munkar.
Di bidang kesehatan, PWM Kaltim terus memperkuat layanan. Salah satunya melalui pengambilalihan Rumah Sakit Asyifa Sangatta yang kini resmi menjadi Rumah Sakit Aisyiyah. Selain itu, di Balikpapan juga telah berdiri poliklinik Muhammadiyah.
“Rumah sakit dan poliklinik ini kita jaga untuk kepentingan masyarakat luas, bukan hanya kepentingan Muhammadiyah saja,” jelasnya.
Sementara di bidang ekonomi, PWM Kaltim telah menjalin kerja sama dengan Indogrosir dan akan segera meluncurkan Titikniaga Mart di Kompleks Masjid Ad Dakwah Samarinda. Minimarket ini diharapkan menjadi salah satu pilar kemandirian ekonomi warga Muhammadiyah dan masyarakat sekitar.
Sementara itu KH M Jafron juga menyoroti program pemberdayaan ekonomi yang menyasar langsung masyarakat. Di antaranya:
1. Pembinaan nelayan di daerah pesisir Kalimantan Timur.
2. Peternakan sapi, kambing, dan ayam di Penajam Paser Utara.
3. Kerja sama dengan petani di Kutai Kartanegara untuk ketahanan pangan, khususnya komoditas beras.
4. Pembinaan UMKM pohon gaharu di Kutai Timur, komoditas langka yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
“Ini sekali lagi bukan untuk kepentingan Muhammadiyah, tapi untuk kepentingan masyarakat umum agar ekonomi mereka meningkat sehingga kehidupan sejahtera,” tegasnya.
Di sisi dakwah, KH M Jafron menyebut saat ini Muhammadiyah telah hadir di 8 daerah di Kaltim. Ia mengaku antusiasme masyarakat terhadap kegiatan dakwah sangat luar biasa, meskipun tantangan di lapangan tidak sedikit.
Terkait maraknya korupsi di negeri ini, KH Jafron menilai persoalan tersebut sudah berada pada tahap kronis. Untuk menjaganya, ia menekankan pentingnya penegakan dari tiga pilar.
“Polri harus tegak dengan sikapnya, kemudian Kejaksaan, dan masyarakat yang paling penting. Karena masyarakat kini masih banyak terlena dengan kehidupannya. Maka dari itu sesuai arahan pusat bahwa Muhammadiyah harus lebih kritis,” katanya.
Ia juga menyuarakan agar hukuman bagi koruptor diperberat.
“Hukuman yang sesuai sebenarnya hukuman mati, karena hukuman tidak bisa ditawar-tawar. Tapi aparat juga harus konsisten,” pungkas KH Jafron.
Dengan penguatan di berbagai sektor ini, PWM Kaltim berharap dapat menjadi gerakan yang tidak hanya mencerahkan umat, tetapi juga memberi solusi nyata bagi permasalahan sosial dan ekonomi masyarakat Kalimantan Timur.
![]()












