GARUDASATU.CO

Anggota Komisi I DPRD Kaltim Optimis Pertanian Bumi Etam Terus Menanjak

GARUDASATU.CO, SAMARINDA – Anggota Komisi I DPRD Kaltim Marthinus mempunyai pandangan optimis mengenai sektor pertanian dalam arti yang luas.

Ia menilai pandangan sektor ini sangat potensial untuk berjaya pada nantinya di provinsi ini menggantikan sektor-sektor pertambangan.

Menurutnya, provinsi Kaltim yang selama ini terkenal akan kekayaan alamnya di dalam sektor gas, minyak, dan batubara, pada saatnya nanti akan berhenti karena sumber daya alam itu akan habis dan tidak bisa diperbaharui.

Untuk itu menurut pandangannya, strategi untuk menghadapi masa pasca tambang adalah menyiapkan lahan untuk sektor pertanian.

Politisi Partai PDI-Perjuangan ini mengatakan, Sektor pertanian untuk pangan misalnya, tidak akan ada habis-habisnya sesuai dengan pertambahan jumlah manusia yang meningkat terus sepanjang masa.

“Kebutuhan pangan, bisa dipasok Kaltim jika serius menggarap sektor pertanian,”

“Saat ini kontribusi sektor pertanian dalam arti luas terhadap PDRB Kaltim terus naik ketimbang beberapa tahun lalu, yakni dengan kontribusi di kisaran 8 persen beberapa tahun ini,” lanjutnya.

Anggota Komisi I DPRD Kaltim ini optimis, dengan adanya fokus pada sektor pertanian dapat meningkatkan kebutuhan yang ada, serta dapat menggantikan sektor-sektor yang dinilai bisa habis dalam kurun waktu yang terbatas.

“Saya optimis pertanian Kaltim akan terus menanjak, terbukti sekarang andil terhadap PDRB yang mulai naik. Apalagi gubernur kita yang terus menggenjot pertanian karena beliau dulu adalah penyuluh pertanian, jadi wajar kalau gubernur sangat memahami berbagai hal di sektor ini,” ujar Martinus.

BACA JUGA  Lelang Proyek Pembangunan Terancam Telat, Ini Alasannya

Tambahan Informasi dari data Badan Pusat Statistik (BPS), PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) Kaltim tahun 2021 berdasarkan harga konstan sebesar Rp484,29 triliun, dengan andil sektor pertanian dalam arti luas sebesar Rp32,96 triliun atau sebesar 8,48 persen.

Sedangkan untuk sektor pertambangan dan penggalian pada 2021 berdasarkan harga konstan, memberikan kontribusi sebesar Rp227,95 triliun atau dengan andil mencapai 45,05 persen.

Kemudian pada triwulan 1 2022, PDRB Kaltim berdasarkan harga konstan sebesar Rp120,73 triliun dengan andil sektor pertambangan dan penggalian mencapai Rp55,9 triliun atau sebesar 45,94 persen.

Sedangkan untuk sektor pertanian dalam arti luas yang meliputi pertanian, kehutanan, dan perikanan memberikan kontribusi senilai Rp8,19 triliun atau sebesar 8,53 persen.

(o/adv/dprdkaltim)

Loading

BAGIKAN:

[printfriendly]
[printfriendly]

TINGGALKAN KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

Copyright© PT Garudasatu Media Indonesia